Pada saat kita memulai langkah ke dalam ilmu jaringan komputer, hal yang pertama kali kita pelajari biasanya adalah TCP/IP. TCP/IP bisa di diumpamakan seperti bahasa. Ketika manusia bertukar informasi, manusia akan berbicara dengan bahasa yang bisa dimengerti oleh pembicara maupun pendengar. Begitu juga halnya dengan komputer atau host dalam sebuah jaringan. Agar komunikasi dan pertukaran informasi bisa terjalin dengan baik, dibutuhkan bahasa sama.
Dulu perkembangan teknologi jaringan di dunia cukup semrawut. Setiap vendor punya proprieraty solusion masing-masing, efeknya solusi jaringan dari satu vendor dengan vendor lain tidak compatible atau tidak bisa dicampur. Inilah latar belakang dibuatnya standarisasi yang bisa dipakai banyak vendor.
Akhirnya pada tahun 1984 ISO (International Organization for Stardization) merilis OSI (Open System Interconnection) Model. Diharapkan vendor-vendor dapat mengikuti standard OSI Model ini. Selain berperan sebagai sebuah standar, OSI Model juga mempermudah kita dalam mempelajari konsep networking dengan baik.
Ibarat mengirim surat tulisan tangan menggunakan jasa ekspedisi, kita harus melewati beberapa tahapan agar surat sampai di tujuan. Mulai dari menulis surat di selembar kertas, memasukkan surat ke dalam amplop, menulis alamat pengirim dan tujuan, kemudian menyerahkan ke kurir untuk dikirim ke tujuan.
![]() |
| Ilustrasi Proses Transfer Data pada OSI Model |
Penjelasan dari masing-masing layer di OSI Model
1. Physical Layer
Mengubah data menjadi bits untuk ditransmisikan melalui media jaringan dan juga melakukan proses konversi dari bit yang diterima menjadi data yang berguna untuk layer di atasnya.
2. Data Link Layer
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Pada layer ini terjadi pengalamatan perangkat keras berupa MAC Address.
3. Network Layer
Pada layer ini terjadi pengalamatan IP Addres. Pada kondisi tertentu pada layer ini juga terjadi proses routing untuk meneruskan paket ke suatu host sesuai dengan IP address tujuan.
4. Transport Layer
Pada layer ini dilakukan penentuan protocol yang akan digunakan. Misalnya protocol TCP.
5. Session Layer
Session layer akan mendefinisikan bagaimana koneksi dibuat, dipelihara atau dihancurkan.
6. Presentation Layer
Layer ini bekerja dengan mentranslasikan format data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi melalui jaringan, ke dalam format yang bisa ditransmisikan oleh jaringan.
7. Application Layer
Pada layer ini terjadi interaksi antarmuka end user dengan aplikasi yang bekerja menggunakan fungsionalitas jaringan. Beberapa service dan protocol yang berada di layer ini misalnya HTTP, FTP, SMTP, dll.
Versi lain dari tulisan ini dapat dilihat di sini


1 Komentar
👍
BalasHapus